Peluncuran BMT NU CABANG DURENAN Berlangsung Meriah

  • Dec 11, 2025
  • Mohammad Yusuf Saifulloh

Durenan, Kamis, 11 Desember 2025 — Kehadiran BMT NU di Kecamatan Durenan resmi ditandai dalam sebuah acara peluncuran yang berlangsung meriah namun tetap sarat nilai religius. Acara yang dihadiri para tokoh masyarakat, pengurus NU dari berbagai tingkatan, serta warga sekitar ini menjadi momentum penting bagi penguatan ekonomi umat di wilayah tersebut.

Dibuka dengan Lantunan Sholawat

Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembacaan sholawat oleh grup dari Pondok Pesantren Anwarul Haromain. Lantunan merdu dan penuh kekhusyukan itu berhasil menghadirkan suasana teduh dan menumbuhkan semangat keberkahan bagi seluruh tamu undangan. Pembukaan ini menjadi simbol bahwa aktivitas ekonomi yang dijalankan melalui BMT NU tetap dilandasi nilai ruhani dan keberpihakan kepada umat.

Acara kemudian dipandu oleh Rudi Agus Salim sebagai Master of Ceremony (MC). Dengan pembawaan yang komunikatif, ia membawa jalannya acara tetap tertib, hidup, dan mengalir dari satu sesi ke sesi berikutnya.

Santunan untuk 20 Anak Yatim dan Dhuafa

Salah satu titik perhatian dalam kegiatan ini adalah sesi santunan kepada 20 anak yatim dan dhuafa, yang penyerahannya diwakili oleh pengurus ranting Nahdlatul Ulama se-Kecamatan Durenan. Momen ini tidak hanya memperlihatkan kepedulian sosial NU, tetapi juga menegaskan bahwa kehadiran BMT NU selaras dengan nilai kemanusiaan serta komitmen pemberdayaan masyarakat kecil.

Para penerima santunan tampak antusias, sementara para pengurus ranting NU yang mendampingi mereka menyampaikan harapan agar kegiatan ini menjadi pembuka keberkahan bagi hadirnya BMT NU di tengah masyarakat Durenan.

Sambutan Pimpinan Pusat BMT NU dan Ketua PCNU Trenggalek

Setelah sesi sosial, acara berlanjut dengan sambutan dari Pimpinan Pusat BMT NU. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya lembaga keuangan syariah sebagai pilar ekonomi umat yang menjunjung nilai keadilan, kebermanfaatan, dan transparansi. Ia berharap BMT NU Durenan mampu menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan, khususnya dalam membantu masyarakat kecil mengembangkan usaha-usaha produktif.

Sambutan berikutnya datang dari Ketua PCNU Trenggalek, yang memuji kekompakan seluruh elemen NU di Kecamatan Durenan. Menurutnya, sinergi antara pengurus MWC, ranting-ranting NU, dan masyarakat merupakan modal penting dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis keumatan. Beliau menegaskan bahwa peluncuran BMT NU bukan sekadar peresmian lembaga, tetapi langkah strategis untuk memperkuat basis ekonomi warga NU di tingkat akar rumput.

Doa Bersama Dipimpin KH Mastur Ali

Suasana semakin khidmat ketika KH Mastur Ali, Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Karangan, memimpin doa bersama. Dalam doa tersebut, beliau memohon agar BMT NU yang baru berdiri diberi kelancaran, dijauhkan dari segala kesulitan, serta mampu menjadi lembaga yang amanah dan membawa maslahat bagi masyarakat luas.

Para hadirin terlihat mengikuti doa dengan khusyuk, menandai bahwa kegiatan peluncuran ini bukan hanya seremoni, tetapi juga permohonan restu kepada Allah SWT untuk keberlangsungan lembaga keuangan baru tersebut.

Launching BMT NU Berlangsung Semarak

Memasuki acara inti, dilakukan prosesi launching BMT NU Durenan yang disaksikan langsung oleh tokoh-tokoh penting, antara lain: KH Barul Munir, Camat Durenan, perwakilan Pimpinan Pusat BMT NU, pengurus MWC NU Durenan, pengurus ranting NU se-Kecamatan Durenan,serta ratusan warga sekitar yang turut memeriahkan acara.

Momen peluncuran menjadi semakin simbolis ketika dilakukan pelepasan balon ke udara, sebagai tanda tekad BMT NU untuk terus tumbuh dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Tak hanya itu, pemotongan pita juga dilakukan sebagai penanda resmi dimulainya operasional lembaga tersebut.

Suasana sorak gembira dan tepuk tangan para hadirin menandai antusiasme masyarakat terhadap hadirnya BMT NU di wilayah mereka.

Harapan Baru bagi Ekonomi Umat.

Dengan beroperasinya BMT NU di Kecamatan Durenan, diharapkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan syariah semakin terbuka luas. Lembaga ini diharapkan mampu menjadi mitra terpercaya bagi pelaku usaha mikro dan kecil, sekaligus wadah pemberdayaan ekonomi yang berpihak kepada umat.

Keberhasilan peluncuran ini menunjukkan kuatnya sinergi antara para tokoh agama, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun pilar ekonomi berbasis nilai-nilai Islam, khususnya melalui mekanisme koperasi syariah.